Edit : Muhammad Ilham


Teks berisi ide-ide atau gagasan, pokok pikiran, adat istiadat, pola hidup, tata cara peribadatan dan tradisi budayanya. Karya ini memberi informasi kepada kita tentang apa yang terjadi pada masa lalu. Namun seiring berkembangnya zaman, informasi yang terkandung di dalam tulisan tersebut sering mengalami transformasi. Akibatnya muncul banyak teks yang terdapat dalam berbagai bentuk dan cara penulisan. Hal ini terjadi karena teks atau tulisan itu ditulis berulang-ulang secara manual dengan menggunakan tangan sehingga ketidakjelasan huruf ataupun lubernya tinta yang mengganggu pembacaan sering menyebabkan pembaca ataupun penyalin naskah kesulitan untuk menafsirkan bacaannya. Selain itu kreatifitas penyalin yang mengubah salinan untuk menyesuaikan isinya dengan zaman juga menyebabkan informasi di dalam naskah pun mengalami perubahan. Perubahan ini akan terus berlanjut selama teks ini mengalami penyalinan secara terus-menerus. Seandainya teks yang memiliki ketidakjelasan huruf ini dijadikan sumber salinan teks baru yang benar-benar sama isinya, perubahan dan penafsiran yang keliru akan terus berlanjut pada turunan-turunan teks selanjutnya.

Menurut Pradotokusumo (1986:1), aksara atau hasil goresan tangan nenek moyang Indonesia yang tertua adalah kakawin Ramayana yang berasal dari abad ke-9 yang menggunakan aksara Jawa Kuno. Kakawin ini merupakan satu-satunya kakawin yang diketahui berasal dari Jawa Tengah yang masih dipengaruhi oleh ajaran Hindu-Budha. Dapat diperkirakan bahwa tulisan ini merupakan tulisan pertama dalam naskah yang dikenal oleh nenek moyang kita. Sejak masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia, Islam menyumbangkan aksara baru yaitu aksara Arab. Aksara ini kemudian meluas dan menyebar di beberapa daerah di Nusantara, antara lain dataran Melayu, Sunda, dan Buton. Aksara Arab kemudian mendominasi aksara-aksara daerah yang sudah ada sebelumnya di Nusantara. Aksara Arab tersebut beradaptasi dengan bunyi bahasa yang ada di Nusantara sehingga menghasilkan aksara-aksara baru yang kemudian diadopsi menjadi aksara sendiri. Misalnya di daerah Melayu, dikenal adanya aksara Arab Jawi atau Arab Melayuu, di Sunda dikenal dengan aksara Arab Pegon, dan di Buton menjadi aksara Buri Wolio.

Aksara Arab yang sudah diadaptasi ini maksudnya adalah huruf Arab yang digunakan untuk menuliskan bahasa daerah, misalnya untuk aksara Arab Melayu merupakan aksara Arab yang menggunakan bahasa Melayu atau Bahasa Minangkabau. Aksara Arab tersebut akhirnya mengalami penyesuaian untuk bunyi-bunyi seperti /c/, /g/, /η/, dan /ñ/ dengan pemberian titik-titik tambahan sebagai penanda, yaitu چ untuk bunyi /c/, ک untuk bunyi /g/, ڽ untuk bunyi /η/, dan ﻉ untuk bunyi /ñ/. Dengan demikian, muncullah naskah-naskah yang menggunakan aksara ini di seluruh daerah yang menggunakannya. Aksara Arab yang mengalami modifikasi ini mengungguli aksara India yang sebelumnya sudah dikenal masyarakat di Nusantara. Dapat dikatakan di sini bahwa di seluruh kepulauan Nusantara, kata dan ungkapan yang ada kaitannya dengan keislaman diterima ke dalam bahasa pribumi. Khusus untuk sastra Melayu klasik, khazanah Islam yang dimilikinya sangat luas (Achadiati, 1997:138). Terbukti dengan banyaknya naskah-naskah keagamaan yang dihasilkan di kawasan ini. Selain itu fisik tulisan sangat mendukung pernyataan ini. Salah satu daerah di Nusantara yang menggunakan aksara ini untuk menuliskan ide-ide, adat istiadat, dan pola hidup mereka adalah Melayu khususnya yang berada di ranah Minangkabau. Bangsa Melayu menyebut aksara ini dengan aksara Arab Melayu.

Pada umumnya, naskah-naskah yang berasal dari Minangkabau menggunakan Arab Melayu baik itu naskah sastra, adat istiadat, sejarah, obat-obatan, keislaman, maupun mantra-mantra untuk tujuan magis. Penggunaan aksara ini di Minangkabau mengindikasikan bahwa betapa kuatnya sendi Islam ada di Minangkabau sejak orang Minang mulai mengenal Islam. Salah satu naskah yang digali dalam penelitian ini adalah naskah Kitab Sifat Dua Puluh (selanjutnya disebut dengan KSDP). Naskah ini merupakan naskah keislaman. Hidayat (2007:1-4) mengungkapkan bahwa aspek pembeda yang menentukan naskah tersebut adalah naskah Islami adalah dari: (1) aksara, aksara yang digunakan adalah aksara Arab dan aksara Arab Pegon atau aksara Arab Melayu.; (2) penggunaan bahasa Arab dan istilah-istilah Arab dalam naskah-naskah yang berisi ajaran Islam tersebut; (3) kandungan naskah atau teksnya adalah tentang berbagai ajaran Islam dan hal-hal yang berkaitan dengan keislaman; dan (4) bahan materialnya adalah kertas baik yang dibuat secara tradisional (daluwang) ataupun kertas pabrik, alat tulisnya berupa pena dengan tinta berwarna hitam atau pada bagian tertentu menggunakan tinta merah. Naskah KSDP merupakan salah satu dari sekian banyak naskah keislaman milik masyarakat Minangkabau yang belum tergali. Naskah ini berisi pemikiran kalami (teologi Islam) yang dimaksudkan pemikiran ketuhanan (tauhid) menurut alur pikir ilmu kalam atau teologi yang berlandaskan ajaran Islam. KSDP memaparkan tentang sifat-sifat Allah SWT dan pada rasul-Nya serta hal-hal yang berkaitan dengan hukum Islam.

Naskah Kitab Sifat Dua Puluh
Ukuran naskah: 14x 21 cm; blok teks: 4,5x7 cm; rata-rata terdiri dari 14 baris tiap halaman; penomoran halaman dibuat ganda dengan menggunakan angka Arab dan Latin; terdiri dari 24 halaman; tulisan dibingkai dengan dua garis halus berwarna hitam; bahasa yang digunakan adalah bahasa Melayu dan Arab; penulis naskah ini adalah Datuk Mali Puti Alam (82 tahun). Datuk Mali Puti Alam (82 tahun). Kondisi naskah: naskah masih bagus dan tulisannya masih dapat terbaca. Naskah ini terdapat di surau Suluk yang beralamat di Nagari Katinggian, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota.
(Artikel Lengkap, dipublish di Jurnal Khazanah Edisi 4/2010 - Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam FIB-Adab IAIN Padang)
SAYA PUNYA SATU KITAB KUNO KATAN YA SIFAT 20 ADAKAH BENAR SAYA TIDAK MENGERTI JIKALAU ADA WAKTU SUDI KIRANYA BERBAGI INFORMASI
BalasHapusMohon salinan pada karya di atas daripada pihak puan. terima kasih
BalasHapusSaya punya yang di ketik arab... versi lama tapi di ketik baru pake arab jawi
BalasHapusصيفت دوافوله
BalasHapusبِسۡمِ اللّٰهِ الرَّحۡمَنِ الرَّحِيۡمِ
كُلُّ اَمۡرٍذِی بَلٍ لاَيُبۡدَءُ فِيۡهِ بِبِسۡم اللهِ فَهُوَاَقۡظَعُ بَرَكَةٍ, تيف تيف فكرجائن يڠ ممف ڽ چنت كالو تيدق دمولاي فداڽ دڠن ببسم ﷲ فوتوس بركتڽ توهن نن مواجبكن كفدا همبڽ رسول ﷲ نن مڽمفيكن كفدااومتڽ توهن نن مڠاتكن نبی مڠبركن ݢورومنونجوءكن موريد ممبنركن فراجان مندفتكن دليل عقل منرڠكن
بِسۡمِ اللّٰهِ الرَّحۡمَنِ الرَّحِيۡمِ
برمول شهادۃ ايتو دبݢي دوا مڽونن دوا فرتام شهادۃ توحيد ، نن كدوا شهدۃ راسول ، بانن شهادۃ توحيد تاهودتوحيد نن امفت ، ماڽونن امفت فرتم توحيد ذاۃ ، نن كدوا توحيد صيفت ، نن كتيݢ توحيد فعل نن كاامفت توحيد نام ، باا نن توحيد ذاۃ سهابس صفت نن انم ، باا نن توحيد صيفت سهابس صيفت نن توجه ، باانن توحيد فعل سها بس فعل نن ليم، بانن توحيد نام سهابس نم يڠ ساتو ، باامهابسی صيفت جونن انم يائيت وجود باانن وجود ادااٰفوڽ نن اداويائيتوذات ، ذات ايتله نن قدم ، ذات ايتله نن بقاء ، ذات ايتله نن مخالفة ، ذات ايتله نن قيا مه بنفسه ، ذات ايتله نن وحدانية ، باامهابس صيفت جونن توجه يائيت حياة ، باانن حياة هيدف ، سي هيدف ايتله نن تاهو ، سي هيدف ايت نن کواس ، سي هيدف ايتله نن برکندق ، سي هيدف ايت نن مليهت ، سي هيدف ايت نن برکات ، باامهبس فعل جو نن ليم يائيت مااداکن الله ، ماهيدفکن الله ، ممبارزقي الله ، مندتڠکن فرتونجوء الله ، باامهابس نما يڠ ساتو يائيت سݢال نام يڠ برلاکو ددالم عالم دڠن نام الله کسموڽ ، له قدم سي وجود ، له بقاء سي وجود ، له مخالفة
Apa ada terjemahannya dari gambar naskah yg pertama
BalasHapusApa ada Tulisan latinnya kak
BalasHapusHampir sama dgn punya Saya..Yg ditulis oleh Datu saya dulu.
BalasHapus